Ketidakharmonisan Berakhir Kehilangan
Nama. : Afifa Damayanti
NIM. : 175231128
Kelas. : PBS 2D
KETIDAKHARMONISAN
BERAKHIR
KEHILANGAN
Keharmonisan membina kerukunan dengan tetangga itu sangatlah penting. Apalagi untuk mahasiswa sebagai pendatang baru di daerah tersebut. Sebagai pendatang baru yang tidak mengerti karakter daerah tersebut maka harus menjalin kerukunan pada warga. Ketidakharmonisan dengan tetangga sangat berdampak ketidaksaling pedulian mereka terhadap mahasiswa. Lalu mahasiswa pun akan semena – mena berperilaku yang akan mengganggu kenyamanan warga setempat. Maka harus menjaga sopan santun dan harus bisa menyesuaikan diri kepada tempat tinggal yang baru. Di ibaratkan dalam peribahasa “Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung”
Jika terjadi sesuatu hal yang tidak dinginkan seperti pencurian barang - barang di kamar kos yang sering terjadi di kalangan mahasiswa. Percurian di Kos tepatnya di kamar kos para mahasiswa sangat sering terjadi saat ini. Kebanyakan mereka kehilangan barang – barang elektronik seperti laptop, handphone, dan kehilangan uang. Bagi mahasiswa itu sangat penting, apalagi laptop itu sudah seperti nyawa kedua. Disitu tersimpan file penting berisi tugas-tugas dari dosen, apalagi bila itu mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan scripsi pasti sungguh menyakitkan.
Pencurian merupakan tindakan kriminalitas yang merugikan orang lain dan itu melanggar hukum yang berlaku. Tindakan yang tidak terpuji ini sungguh sangat meresahkan orang lain. Pencurian sering berhubungan dengan permasalahan ekonomi. Dalam kasus - kasus ini pelaku terpaksa melakukannya dikarenakan masalah ekonomi dalam mencukupi kebutuhannya. Di zaman modern orang akan melakukan apapun untuk mendapatkan sesuatu dengan instan tanpa harus bersusah payah untuk mendapatkannya. Kejahatan pencurian ini tidak mengenal siapa, dimana dan kapan. Maka setiap ada kesempatan dan peluang para pencuri masuk untuk mengambil benda yang diinginkan.
Salah satu contoh kasus yang terjadi adalah beberapa waktu lalu telah terjadi percurian di kos-kosan putra di Pucangan. Menurut narasumber yang diwawancarai memang telah terjadi percurian, yang diambil laptop dan uang. Narasumber juga mengatakan bahwa terdapat dua orang percuri yang satu menjaga dari luar dan yang satunya masuk ke kos. Kejadiannya saat hari jum’at dimana penghuni kos sedang menunaikan sholat jum’at di Masjid. Kejadiannya sangat cepat membuat warga tidak bisa menangkap pencuri itu apalagi pencuri itu membawa sepeda motor. Sebenarnya di dalam kos terdapat satu orang penghuni tetapi berada didalam kamar kosnya jadi tidak tahu jika ada orang masuk dan membobol pintu kamar kos temannya.
Kejadian tersebut terjadi karena kurang pedulinya antar penghuni kos, bahkan mungkin tidak saling mengenal. Kejadian ini sungguh disayangkan padahal dikos tidak banyak penghuni jadi dengan mudah dapat mengenal dan hafal nama-nama teman kos. Ditambah dengan ketidakpedulian tetangga kos saat melihat orang yang mencurigakan di daerah tersebut. Kejadian yang seharusnya dapat diantisipasi dengan interaksi atar individu malah tidak terjadi. Para penghuni kos harus saling menjaga agar kejadian itu tidak terjadi lagi.
Percuri memiliki banyak modus yang dilakukan dengan rata-rata mereka menggunakan helm. Alasannya agar wajah mereka tidak mudah dikenali dan agar mereka bisa menyamaf sebagai penghuni kos. Ada yang berpura-pura menelepon dan mondar-mandir didepan kos untuk mematai-matai kos tersebut. Ada pula yang pura-pura nyasar cari alamat sambil melihat – lihat isi kamar kos yang bisa dicuri. Ada juga yang mengaku sebagai teman pemilik kamar kos tersebut dan saat ditanyain keperluannya apa mereka akan beralasan disuruh pemilik kamar untuk mengambil barang di kamar tersebut. Pencuri mengetahui kapan ia akan bereaksi dengan lancar tanpa hambatan. Pencuri memanfaatkan kelengahan mahasiswa dalam menjaga kamar kosnya
Pencuri rumah kos yang sepi entah ditinggal penghuninya kuliah ataupun ditinggal ibadah. Pencurian tidak hanya terjadi di malam hari yang sepi tetapi juga terjadi di siang hari bahkan dalam keadaan ramai. Ini terjadi karena kurangnya intereksi yang cenderung lebih tidak peduli dan tidak saling mengenal. Jika pencurian terjadi di malam hari karena mahasiswa tidak mengunci rapat pintu kamarnya ketika hendak tidur terutama mahasiswa yang kelelahan mengerjakan tugas atau menonton film. Mereka menaruh laptop sembarangan di lantai dengan keadaan pintu tidak dikunci dengan rapat. Kesempatan inilah kebanyakan dimanfaatkan oleh pencuri bereaksi.
Pencurian tejadi ada sebabnya seperti kurangnya keamanan di kos, lalu kecerobohan tidak mengunci pintu. Mahasiswa kebiasaan menyimpan barang – barang elektronik dan uang di kamar kos dengan sembarangan. Warga yang berada disekitar kos kurang peduli dengan apa yang terjadi di kos. Sembarang membawa orang ke kos juga dapat merugikan teman kos lainnya. Pencurian juga berakibat bagi Mahasiswa yang menjadi was-was jika terjadi pencurian lagi. Mahasiswa mengalami kerugian meterial yang cukup besar dan sungguh mengganggu. Kebebasan yang ada dalam kos maupun dalam rumah membuat pencuri tidak jera dengan apa yang diperbuat karena penghuni kos juga tidak membuat suatu pengamanan pada kos tersebut.
Setiap masalah yang terjadi di kos terdapat solusinya yaitu harus mempererat interaksi diantara penghuni kos. Supaya tidak terciptanya sifat acuh dan memiliki sifat saling peduli antar penghuni kos. Menjalin silaturohmi dengan tetangga kos atau warga di daerah kos juga penting agar warga tahu mana penghuni asli dan mana pencuri. Peran keluarga sangat penting dalam memberikan arahan-arahan positif kepada anak-anaknya agar tidak terpengaruh ajaran yang tidak baik di lingkungan luar. Saran bagi mahasiswa kos-kosan yaitu pintu depan harus memiliki kunci ganda dengan engsel atau dengan gembok besar. Saat berpergian harus pamit terlebih dulu ke punya kos ataupun setidaknya dengan teman kos. Lalu di pintu kamar kos dan jendela juga harus ada engsel agar menyulitkan pencuri. Terapkan batas jam tamu di kamar kos untuk menghindari hal yang tidak dinginkan.
NIM. : 175231128
Kelas. : PBS 2D
KETIDAKHARMONISAN
BERAKHIR
KEHILANGAN
Keharmonisan membina kerukunan dengan tetangga itu sangatlah penting. Apalagi untuk mahasiswa sebagai pendatang baru di daerah tersebut. Sebagai pendatang baru yang tidak mengerti karakter daerah tersebut maka harus menjalin kerukunan pada warga. Ketidakharmonisan dengan tetangga sangat berdampak ketidaksaling pedulian mereka terhadap mahasiswa. Lalu mahasiswa pun akan semena – mena berperilaku yang akan mengganggu kenyamanan warga setempat. Maka harus menjaga sopan santun dan harus bisa menyesuaikan diri kepada tempat tinggal yang baru. Di ibaratkan dalam peribahasa “Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung”
Jika terjadi sesuatu hal yang tidak dinginkan seperti pencurian barang - barang di kamar kos yang sering terjadi di kalangan mahasiswa. Percurian di Kos tepatnya di kamar kos para mahasiswa sangat sering terjadi saat ini. Kebanyakan mereka kehilangan barang – barang elektronik seperti laptop, handphone, dan kehilangan uang. Bagi mahasiswa itu sangat penting, apalagi laptop itu sudah seperti nyawa kedua. Disitu tersimpan file penting berisi tugas-tugas dari dosen, apalagi bila itu mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan scripsi pasti sungguh menyakitkan.
Pencurian merupakan tindakan kriminalitas yang merugikan orang lain dan itu melanggar hukum yang berlaku. Tindakan yang tidak terpuji ini sungguh sangat meresahkan orang lain. Pencurian sering berhubungan dengan permasalahan ekonomi. Dalam kasus - kasus ini pelaku terpaksa melakukannya dikarenakan masalah ekonomi dalam mencukupi kebutuhannya. Di zaman modern orang akan melakukan apapun untuk mendapatkan sesuatu dengan instan tanpa harus bersusah payah untuk mendapatkannya. Kejahatan pencurian ini tidak mengenal siapa, dimana dan kapan. Maka setiap ada kesempatan dan peluang para pencuri masuk untuk mengambil benda yang diinginkan.
Salah satu contoh kasus yang terjadi adalah beberapa waktu lalu telah terjadi percurian di kos-kosan putra di Pucangan. Menurut narasumber yang diwawancarai memang telah terjadi percurian, yang diambil laptop dan uang. Narasumber juga mengatakan bahwa terdapat dua orang percuri yang satu menjaga dari luar dan yang satunya masuk ke kos. Kejadiannya saat hari jum’at dimana penghuni kos sedang menunaikan sholat jum’at di Masjid. Kejadiannya sangat cepat membuat warga tidak bisa menangkap pencuri itu apalagi pencuri itu membawa sepeda motor. Sebenarnya di dalam kos terdapat satu orang penghuni tetapi berada didalam kamar kosnya jadi tidak tahu jika ada orang masuk dan membobol pintu kamar kos temannya.
Kejadian tersebut terjadi karena kurang pedulinya antar penghuni kos, bahkan mungkin tidak saling mengenal. Kejadian ini sungguh disayangkan padahal dikos tidak banyak penghuni jadi dengan mudah dapat mengenal dan hafal nama-nama teman kos. Ditambah dengan ketidakpedulian tetangga kos saat melihat orang yang mencurigakan di daerah tersebut. Kejadian yang seharusnya dapat diantisipasi dengan interaksi atar individu malah tidak terjadi. Para penghuni kos harus saling menjaga agar kejadian itu tidak terjadi lagi.
Percuri memiliki banyak modus yang dilakukan dengan rata-rata mereka menggunakan helm. Alasannya agar wajah mereka tidak mudah dikenali dan agar mereka bisa menyamaf sebagai penghuni kos. Ada yang berpura-pura menelepon dan mondar-mandir didepan kos untuk mematai-matai kos tersebut. Ada pula yang pura-pura nyasar cari alamat sambil melihat – lihat isi kamar kos yang bisa dicuri. Ada juga yang mengaku sebagai teman pemilik kamar kos tersebut dan saat ditanyain keperluannya apa mereka akan beralasan disuruh pemilik kamar untuk mengambil barang di kamar tersebut. Pencuri mengetahui kapan ia akan bereaksi dengan lancar tanpa hambatan. Pencuri memanfaatkan kelengahan mahasiswa dalam menjaga kamar kosnya
Pencuri rumah kos yang sepi entah ditinggal penghuninya kuliah ataupun ditinggal ibadah. Pencurian tidak hanya terjadi di malam hari yang sepi tetapi juga terjadi di siang hari bahkan dalam keadaan ramai. Ini terjadi karena kurangnya intereksi yang cenderung lebih tidak peduli dan tidak saling mengenal. Jika pencurian terjadi di malam hari karena mahasiswa tidak mengunci rapat pintu kamarnya ketika hendak tidur terutama mahasiswa yang kelelahan mengerjakan tugas atau menonton film. Mereka menaruh laptop sembarangan di lantai dengan keadaan pintu tidak dikunci dengan rapat. Kesempatan inilah kebanyakan dimanfaatkan oleh pencuri bereaksi.
Pencurian tejadi ada sebabnya seperti kurangnya keamanan di kos, lalu kecerobohan tidak mengunci pintu. Mahasiswa kebiasaan menyimpan barang – barang elektronik dan uang di kamar kos dengan sembarangan. Warga yang berada disekitar kos kurang peduli dengan apa yang terjadi di kos. Sembarang membawa orang ke kos juga dapat merugikan teman kos lainnya. Pencurian juga berakibat bagi Mahasiswa yang menjadi was-was jika terjadi pencurian lagi. Mahasiswa mengalami kerugian meterial yang cukup besar dan sungguh mengganggu. Kebebasan yang ada dalam kos maupun dalam rumah membuat pencuri tidak jera dengan apa yang diperbuat karena penghuni kos juga tidak membuat suatu pengamanan pada kos tersebut.
Setiap masalah yang terjadi di kos terdapat solusinya yaitu harus mempererat interaksi diantara penghuni kos. Supaya tidak terciptanya sifat acuh dan memiliki sifat saling peduli antar penghuni kos. Menjalin silaturohmi dengan tetangga kos atau warga di daerah kos juga penting agar warga tahu mana penghuni asli dan mana pencuri. Peran keluarga sangat penting dalam memberikan arahan-arahan positif kepada anak-anaknya agar tidak terpengaruh ajaran yang tidak baik di lingkungan luar. Saran bagi mahasiswa kos-kosan yaitu pintu depan harus memiliki kunci ganda dengan engsel atau dengan gembok besar. Saat berpergian harus pamit terlebih dulu ke punya kos ataupun setidaknya dengan teman kos. Lalu di pintu kamar kos dan jendela juga harus ada engsel agar menyulitkan pencuri. Terapkan batas jam tamu di kamar kos untuk menghindari hal yang tidak dinginkan.

Komentar
Posting Komentar