Mengkaji Kitab Kuning
Nama : Afifa Damayanti
NIM. : 175231128
Kelas : PBS 2D
MENGKAJI KITAB KUNING
KITAB TAFSIR AL-QUR’AN AL ADZIM Jilit 9
Ibnu Kasir
Al – Quran sebagai pedoman bagi manusia yang berperan penting dalam mencari keridhoan Allah Swt. Sehingga banyak para ulama atau para mufasir yang menafsirkan Al-Quran. Setiap penafsiran memiliki tafsir yang berbeda-beda yang mengakibatkan terjadinya perbedaan pendapat dan kebingungan. Seperti halnya Kitab Tafsif Al-Quran Al Adzim karya dari Ibnu Katsir yang memiliki ciri tersendiri. Kitab ini lebih mengarah apada fiqih dengan mencantumkan periwayatan dari Nabi Saw maupun dari sahabatNya.
Kitab Tafsir Ibnu Katsir yang memiliki judul aslinya yaitu Tafsir Al-Qur’an Al Adzim. Kitab ini merupakan salah satu karya dari seorang ulama Syafi’i ahli Hadist bernama Imam Al Hafidz Ibnu Katsir. Kitab ini di cetak di kertas kuning yang memang digunakan sejak dahulu untuk mencetakan tafsiran oleh para Ulama. Walaupun dizaman sekarang ada yang menggunakan kertas putih tetap saja disebut kitab kuning.
Kitab Tafsir Al- Qur’an Al Adzim lalu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Derajat Hadits – hadits Dalam Tafsir Ibnu Katsir. Dengan Tahqiq Muhammad Nashiruddin Al Albani dan Takhrijnya Mahmud Ibnu Jamil, Walid bi Muhammad bin Salam, Khalid bin Muhammad bi Utsman. Buku itu diterbitkan di Jakarta tepatnya di Jl.Kamp.Melayu Kecim III No 15 Jakarta Selatan.di terbitkan oleh Pustaka Azzam dengan disain A dan M pada 2008. Kata pengantar atas nama Pustaka Azzam di Jakarta, Agustus 2007 dengan total 836 halaman dan ukuran 23,5 cm.
Untuk Kitab aslinya seperti yang terdapat di cover kitab kuning ini. Sampulnya berwarna hijau terdapat tulisan Arab berwarna emas. Kertas berwarna kuning berhalaman tebal tulisannya kurang jelas dan terlalu kecil. Di cover terdapat tulisan
تفسبر القز ان العظيمر،للامام الجايل الحا فظ عما دالدين،كثتر القر شى الزمثقى،المو فى سنر ه،الجزء الثانى،متبة ومطبعة طه فو تراسمار اثع،اندو نيسيا
Kitab tafsir ini memiliki ciri tersendiri yang berbeda dengan kitab tafsir lainnya. Dalam penafsirannya dari segi sumber termasuk tafsir dengan menggunakan periwayatan. Penjelasan dalam penafsirannya lebih rinci dan tidak dibanding-bandingkan. Bahasa termasuk kelompok ijmali yang tidak dijelaskan secara luas. Penyusunan ayat secara tahlili dengan urutan suraf dan ayat pada Mushaf. Kecenderungan penafsiran pada ayat – ayat hukum yang dijelaskan secara merinci dari pendapat dan dari ulama-ulama fiqih.
عن محمد بن سلام أخبرنا أبو معاوية حدثنا الاعمش عن عمرو بن مرة عن سعيد بن جبير عن ابن عباس أن النبي صلى الله عليه وسلم خرج إلى البطحاء فصعد إلى الجبل فنادى يا صباحاه فاجتمعت إليه قريش فقال: أرأيتم إن حدشتكم أن العدو مصبحكم أو ممسيكم أكنتم تصدقوني؟ قالوا: نعم، قال فإني نذير لكم بين بين يدي عذاب شديد فقال أبو لهب ألهذا جمعتنا تبا لك! فأنزل الله عز وجل تبت يدا أبي لهب إلى آخر ها
Artinya:
Dari Muhammad bin Salam, Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami dari Amr bi Murrah, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW keluar menuju tanah lapang, kemudian beliau naik ke atas bukit, lalu berseru, “Wahai kaumku!” Berkumpullah kaum Quraisy dihadapan beliau, lali beliau bersabda, “Bagaimana pendapat kalian jika aku beritahu bahwa musuh akan menyerang kalian pada waktu pagi atau sore, apakah kalian mempercayaiku?” Mereka menjawab, “Ya, kami mempercayaimu.” Beliau bersabda, “Sungguh, aku memperingatkan kalian tentang adzab yang sangat pedih.” Abu Lahab lalu berkata, “Apakah hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami ? Binasalah engkau !” Allah lalu menurunkan ayat, “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia...” hingga akhir surah.
وفي رواية فقام يقول تبالك ساءر اليوم ألهذا جمعتنا! فأنزل الله تبت يدا أبي لهب
Artinya :
Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Abu Laha berdiri sambil mengacungkan tanganya, lalu berkata, “ Binasalah engkau sepanjang harimh! Hanya untuk engkau mengumpulkan kami?” Allah pun menurunkan ayat, “Binasalah kadua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia.”
Maksud dari ayat pertama saat Nabi Muhammad SAW memanggil kaum Quraisy lalu menanyakan mempercayai Nya apakah tidak bila musuh akan menyaranv mereka. Para kaum Qurais mempercayainNya tetapi Abu Lahab malah mencela dan menghina Nabi SAW. Setelah itu Allah SWT mengutuk Abu Lahab tersebut yang notabennya adalah Paman Nabi Muhammad SAW. Pada riwayat kedua lebih menperjelaskan kenapa Allah mengutuk Abu Lahab yaitu ia mencela Nabi Muhammad SAW sambil mengacungkan tangannya.
Surat Al Lahab berisikan azab yang diberikan oleh Allah SWT kepada Abu Lahab dan Istrinya Ummu Jamii Aura’. Abu Lahab sangat membenci, meremehkan dan menghina Rasulullah Saw dan Agama Islam. Dalam surat ini mengutuk Abu Lahab sebagai musuh Islam. Ummu jamil yang berusaha mencelakai Rasulullah Saw dengan menggunakan kayu bakar. Ummu Jamil pandai mengadudomba kaum Quraisy dengan memberikan kalung berliannya untuk para kamu yang membantunya menglenyapkan dan membenci Nabi Muhammad SAW.
Biografi Ibnu Katsir
Imam Al Hafidz Ibnu Katsir memiliki nama lengkap Abul Fida’, Imaduddin Isma bi Umar bin Katsir al-Qurasyi al-Bushrawi ad-Dinasqyi, lebih dikenal dengan nama Ibnu Katsir. Ibnu Katsir lahir di sebuah desa di kota Bashra di negeri Syam pada tahu 701 H. Ibnu Kasir lahir di keluarga yang mengutamakan keilmuan dan pentingnya agama. Ayahnya meninggal saat Ibnu Katsir berusia 4 tahun. Sehingga Ibnu Kasir diasuh oleh pamannya baernama Syaikh Abdul Wahhab. Pada tahun 706 H Ibnu Katsir pergi dan menetap di kota Damaskus ibukota Syiriah.
Di kota Damaskus Ibnu Katsir tumbuh basar bersama paman yang mengasuhnya. Sampainya di Damaskus Ibnh Katsir mendalami ilmu fiqih kepada Syekh Burhanuddin Ibrohim Ibnu Abdirrohman Alfazzari yang memiliki sebutan Ibnu al Farkah..Di Kota ini Ibnu Katsir banyak menimba ilmu tidak hanya figh tetapi juga dibidang tafsir, hadits bahkan sejarah. Pada tahun 711 H Ibnu Katsir berhasil manghafal Al-Quran dibawah bimbingan Syeikh Ghailan al-Ba’labaki, hal ini bertepatan denga kedatanga Syeikh al-Hafiz Ibnu Jama’ah di kota Demaskus lalu Ibnu Katsir mendatanginya untuk belajar kitab fiqih mazhab syafi’i.
Ibnu Katsir juga berguru kepada ulama lainnya seperti Isa bin Muth’im, Ibn Asyakir, Ibn Syairazi, Ishaq bin Yahya bi al-Amidi, Ibn Zarrad, al-Hafizh adz-Dzahabi serta Syaikhul Islam Taimiyah. Selain itu, Ibnu Katsir juga belajar kepada Syeikh Jamaluddi Yusuf bin Zaki al-Mizzi seorah ahli hadits di Syam yang kemudian meenihkahkan Ibnu Katsir dengan putrinya. Ibnu Katsir juga belajar di Mesir dan mendapaf Ijazah dari para ulama disana. Selain berguru, Ibnu Katsir juga memiliki murid yang banyak juaga. Dengan berjalannya waktu dan kegigihan Ibnu Katsir telah menjadikannga seorah ahli tafsir ternama, ahli hadist, sajarawan, serta ahli fiqih besar abad ke 8 H.
Ibnu Katsir wafat pada tahun 774 H lalu dimaakamkan di Damaskus. Ibnu Katsir meninggalkan karya-karya yang hebat. Karyanya seperti Tafsir Al-Qur’an Al Adzi, Al Bidayat wan Nihayat, Jami’ Al Masanid Al’Asyrah, Al Ikhtishor as Siroh an Nabawiyyah, dan masik banyak lagi karya yang luar biasa hebatnya. Kitab Tafsir Ibnu Katsir menjadi kitab terbasar dan tershahih hingga saat ini. Para Ulama mangatakan bahwa kitab tafsinya memiliki berbagai keistimewaan . Keistimewqannya dengan menafsirka al-Qur’an dengan Al-Qur’an, ayat dengan ayat, menafsirkan al-Quran denag as-sunnah, kemudian dengan perkataan para salafush shaleh dan dengan kaidah-kaidah bahasa Arab.
Saat saya mendengar dosen menyuruh mengkaji kitab kuning saya bingung itu buju apa ? , saya langsung tanya keteman ternya itu kitab arab. Saya bersama tema -teman saya mencari kitab di perpustakaan la waktu bdrtanya ketaman saya enggak ada yang punya. Di perpustakaan saya mencari buku di lantai bawah tapi saya dapet terjemahannya saja. Lalu saya naik ke lantai dua disana banyak banget kitab-kitab tafsir dan hadits. Saat saya menemukan 1 kitab tafsir lalu saya membukanya setelah membukanya subhanaallah tulisan gundul semua saya berasa ingin menangis.
Saya dan teman saya bingung ini caranya baca gimana soalnya enggak ada harokatnya. Saya sama temen saya berusaha untuk memahaminya walaupun sulit untuk di baca. Saya cocok – cocokin sama yang buku tafsir terjemahan. Saya tenya ke teman-teman yang ada di perpustakan dan meminta tolong untuk diajari mencari ayat tafsirannya. Setelah menemukannya saya mulai mengerjakan kajian kitab kuning itu. Tetapi saya bingung pada bagian data penulis dan penerbitan itu harus diisi apa. Saya tanya-tanya keteman yang bisa baca kitab gundul.
Apapun hasil tugas yang saya kerjakan tetap itu adalah hasil pikiran manusia. Manusia tidak ada yang sempurna pasti ada kesalaha dalam penulisannya. Kerja keras yang dilalui menjadikan hasilnya memuaskan.
NIM. : 175231128
Kelas : PBS 2D
MENGKAJI KITAB KUNING
KITAB TAFSIR AL-QUR’AN AL ADZIM Jilit 9
Ibnu Kasir
Al – Quran sebagai pedoman bagi manusia yang berperan penting dalam mencari keridhoan Allah Swt. Sehingga banyak para ulama atau para mufasir yang menafsirkan Al-Quran. Setiap penafsiran memiliki tafsir yang berbeda-beda yang mengakibatkan terjadinya perbedaan pendapat dan kebingungan. Seperti halnya Kitab Tafsif Al-Quran Al Adzim karya dari Ibnu Katsir yang memiliki ciri tersendiri. Kitab ini lebih mengarah apada fiqih dengan mencantumkan periwayatan dari Nabi Saw maupun dari sahabatNya.
Kitab Tafsir Ibnu Katsir yang memiliki judul aslinya yaitu Tafsir Al-Qur’an Al Adzim. Kitab ini merupakan salah satu karya dari seorang ulama Syafi’i ahli Hadist bernama Imam Al Hafidz Ibnu Katsir. Kitab ini di cetak di kertas kuning yang memang digunakan sejak dahulu untuk mencetakan tafsiran oleh para Ulama. Walaupun dizaman sekarang ada yang menggunakan kertas putih tetap saja disebut kitab kuning.
Kitab Tafsir Al- Qur’an Al Adzim lalu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Derajat Hadits – hadits Dalam Tafsir Ibnu Katsir. Dengan Tahqiq Muhammad Nashiruddin Al Albani dan Takhrijnya Mahmud Ibnu Jamil, Walid bi Muhammad bin Salam, Khalid bin Muhammad bi Utsman. Buku itu diterbitkan di Jakarta tepatnya di Jl.Kamp.Melayu Kecim III No 15 Jakarta Selatan.di terbitkan oleh Pustaka Azzam dengan disain A dan M pada 2008. Kata pengantar atas nama Pustaka Azzam di Jakarta, Agustus 2007 dengan total 836 halaman dan ukuran 23,5 cm.
Untuk Kitab aslinya seperti yang terdapat di cover kitab kuning ini. Sampulnya berwarna hijau terdapat tulisan Arab berwarna emas. Kertas berwarna kuning berhalaman tebal tulisannya kurang jelas dan terlalu kecil. Di cover terdapat tulisan
تفسبر القز ان العظيمر،للامام الجايل الحا فظ عما دالدين،كثتر القر شى الزمثقى،المو فى سنر ه،الجزء الثانى،متبة ومطبعة طه فو تراسمار اثع،اندو نيسيا
Kitab tafsir ini memiliki ciri tersendiri yang berbeda dengan kitab tafsir lainnya. Dalam penafsirannya dari segi sumber termasuk tafsir dengan menggunakan periwayatan. Penjelasan dalam penafsirannya lebih rinci dan tidak dibanding-bandingkan. Bahasa termasuk kelompok ijmali yang tidak dijelaskan secara luas. Penyusunan ayat secara tahlili dengan urutan suraf dan ayat pada Mushaf. Kecenderungan penafsiran pada ayat – ayat hukum yang dijelaskan secara merinci dari pendapat dan dari ulama-ulama fiqih.
عن محمد بن سلام أخبرنا أبو معاوية حدثنا الاعمش عن عمرو بن مرة عن سعيد بن جبير عن ابن عباس أن النبي صلى الله عليه وسلم خرج إلى البطحاء فصعد إلى الجبل فنادى يا صباحاه فاجتمعت إليه قريش فقال: أرأيتم إن حدشتكم أن العدو مصبحكم أو ممسيكم أكنتم تصدقوني؟ قالوا: نعم، قال فإني نذير لكم بين بين يدي عذاب شديد فقال أبو لهب ألهذا جمعتنا تبا لك! فأنزل الله عز وجل تبت يدا أبي لهب إلى آخر ها
Artinya:
Dari Muhammad bin Salam, Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami dari Amr bi Murrah, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW keluar menuju tanah lapang, kemudian beliau naik ke atas bukit, lalu berseru, “Wahai kaumku!” Berkumpullah kaum Quraisy dihadapan beliau, lali beliau bersabda, “Bagaimana pendapat kalian jika aku beritahu bahwa musuh akan menyerang kalian pada waktu pagi atau sore, apakah kalian mempercayaiku?” Mereka menjawab, “Ya, kami mempercayaimu.” Beliau bersabda, “Sungguh, aku memperingatkan kalian tentang adzab yang sangat pedih.” Abu Lahab lalu berkata, “Apakah hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami ? Binasalah engkau !” Allah lalu menurunkan ayat, “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia...” hingga akhir surah.
وفي رواية فقام يقول تبالك ساءر اليوم ألهذا جمعتنا! فأنزل الله تبت يدا أبي لهب
Artinya :
Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Abu Laha berdiri sambil mengacungkan tanganya, lalu berkata, “ Binasalah engkau sepanjang harimh! Hanya untuk engkau mengumpulkan kami?” Allah pun menurunkan ayat, “Binasalah kadua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia.”
Maksud dari ayat pertama saat Nabi Muhammad SAW memanggil kaum Quraisy lalu menanyakan mempercayai Nya apakah tidak bila musuh akan menyaranv mereka. Para kaum Qurais mempercayainNya tetapi Abu Lahab malah mencela dan menghina Nabi SAW. Setelah itu Allah SWT mengutuk Abu Lahab tersebut yang notabennya adalah Paman Nabi Muhammad SAW. Pada riwayat kedua lebih menperjelaskan kenapa Allah mengutuk Abu Lahab yaitu ia mencela Nabi Muhammad SAW sambil mengacungkan tangannya.
Surat Al Lahab berisikan azab yang diberikan oleh Allah SWT kepada Abu Lahab dan Istrinya Ummu Jamii Aura’. Abu Lahab sangat membenci, meremehkan dan menghina Rasulullah Saw dan Agama Islam. Dalam surat ini mengutuk Abu Lahab sebagai musuh Islam. Ummu jamil yang berusaha mencelakai Rasulullah Saw dengan menggunakan kayu bakar. Ummu Jamil pandai mengadudomba kaum Quraisy dengan memberikan kalung berliannya untuk para kamu yang membantunya menglenyapkan dan membenci Nabi Muhammad SAW.
Biografi Ibnu Katsir
Imam Al Hafidz Ibnu Katsir memiliki nama lengkap Abul Fida’, Imaduddin Isma bi Umar bin Katsir al-Qurasyi al-Bushrawi ad-Dinasqyi, lebih dikenal dengan nama Ibnu Katsir. Ibnu Katsir lahir di sebuah desa di kota Bashra di negeri Syam pada tahu 701 H. Ibnu Kasir lahir di keluarga yang mengutamakan keilmuan dan pentingnya agama. Ayahnya meninggal saat Ibnu Katsir berusia 4 tahun. Sehingga Ibnu Kasir diasuh oleh pamannya baernama Syaikh Abdul Wahhab. Pada tahun 706 H Ibnu Katsir pergi dan menetap di kota Damaskus ibukota Syiriah.
Di kota Damaskus Ibnu Katsir tumbuh basar bersama paman yang mengasuhnya. Sampainya di Damaskus Ibnh Katsir mendalami ilmu fiqih kepada Syekh Burhanuddin Ibrohim Ibnu Abdirrohman Alfazzari yang memiliki sebutan Ibnu al Farkah..Di Kota ini Ibnu Katsir banyak menimba ilmu tidak hanya figh tetapi juga dibidang tafsir, hadits bahkan sejarah. Pada tahun 711 H Ibnu Katsir berhasil manghafal Al-Quran dibawah bimbingan Syeikh Ghailan al-Ba’labaki, hal ini bertepatan denga kedatanga Syeikh al-Hafiz Ibnu Jama’ah di kota Demaskus lalu Ibnu Katsir mendatanginya untuk belajar kitab fiqih mazhab syafi’i.
Ibnu Katsir juga berguru kepada ulama lainnya seperti Isa bin Muth’im, Ibn Asyakir, Ibn Syairazi, Ishaq bin Yahya bi al-Amidi, Ibn Zarrad, al-Hafizh adz-Dzahabi serta Syaikhul Islam Taimiyah. Selain itu, Ibnu Katsir juga belajar kepada Syeikh Jamaluddi Yusuf bin Zaki al-Mizzi seorah ahli hadits di Syam yang kemudian meenihkahkan Ibnu Katsir dengan putrinya. Ibnu Katsir juga belajar di Mesir dan mendapaf Ijazah dari para ulama disana. Selain berguru, Ibnu Katsir juga memiliki murid yang banyak juaga. Dengan berjalannya waktu dan kegigihan Ibnu Katsir telah menjadikannga seorah ahli tafsir ternama, ahli hadist, sajarawan, serta ahli fiqih besar abad ke 8 H.
Ibnu Katsir wafat pada tahun 774 H lalu dimaakamkan di Damaskus. Ibnu Katsir meninggalkan karya-karya yang hebat. Karyanya seperti Tafsir Al-Qur’an Al Adzi, Al Bidayat wan Nihayat, Jami’ Al Masanid Al’Asyrah, Al Ikhtishor as Siroh an Nabawiyyah, dan masik banyak lagi karya yang luar biasa hebatnya. Kitab Tafsir Ibnu Katsir menjadi kitab terbasar dan tershahih hingga saat ini. Para Ulama mangatakan bahwa kitab tafsinya memiliki berbagai keistimewaan . Keistimewqannya dengan menafsirka al-Qur’an dengan Al-Qur’an, ayat dengan ayat, menafsirkan al-Quran denag as-sunnah, kemudian dengan perkataan para salafush shaleh dan dengan kaidah-kaidah bahasa Arab.
Saat saya mendengar dosen menyuruh mengkaji kitab kuning saya bingung itu buju apa ? , saya langsung tanya keteman ternya itu kitab arab. Saya bersama tema -teman saya mencari kitab di perpustakaan la waktu bdrtanya ketaman saya enggak ada yang punya. Di perpustakaan saya mencari buku di lantai bawah tapi saya dapet terjemahannya saja. Lalu saya naik ke lantai dua disana banyak banget kitab-kitab tafsir dan hadits. Saat saya menemukan 1 kitab tafsir lalu saya membukanya setelah membukanya subhanaallah tulisan gundul semua saya berasa ingin menangis.
Saya dan teman saya bingung ini caranya baca gimana soalnya enggak ada harokatnya. Saya sama temen saya berusaha untuk memahaminya walaupun sulit untuk di baca. Saya cocok – cocokin sama yang buku tafsir terjemahan. Saya tenya ke teman-teman yang ada di perpustakan dan meminta tolong untuk diajari mencari ayat tafsirannya. Setelah menemukannya saya mulai mengerjakan kajian kitab kuning itu. Tetapi saya bingung pada bagian data penulis dan penerbitan itu harus diisi apa. Saya tanya-tanya keteman yang bisa baca kitab gundul.
Apapun hasil tugas yang saya kerjakan tetap itu adalah hasil pikiran manusia. Manusia tidak ada yang sempurna pasti ada kesalaha dalam penulisannya. Kerja keras yang dilalui menjadikan hasilnya memuaskan.

Komentar
Posting Komentar