Pengantar studi islam
Nama : afifa damayanti
Kelas : PBS 2D
NIM : 175231128
Pengantar studi islam
(Prof. DR. Rosihon Anwar, M. Yunus, M.Ag., Saehudin, S.Th.I.) CV.Pustaka Setia Bandung 2014
Dalam kalangan masyarakat barat, islam biasanya identikkan dengan istilah muhammadanism dan muhammedan, tetapi istilah tersebut padahal salah besar padahal islam itu datang dari Wahyu Allah SWT bukan dari manusia. Kesimpulannya adalah datangnya islam membawa pengaruh yang besar bagi agama yang lain dan islam juga bisa digunakan sebagai patokan dalam masalah dunia yang ada serta untuk menjaga persatuan dan kedamaian seluruh umat yang adad di dunia.
Studi Islam adalah suatu usaha yang bertujuan untuk mempelajari Islam lebih mendalam dan juga mempelajari hal yang lain yang masih berhubungan atau masih berkaitan dengan agama islam. sekarang di zaman modern ini manusia di tuntut untuk memajukan sebuah pemikiran yang lebih maju lagi agar tidak meninggalkan ajaran-ajaran yang dulu. Para pengamat studi di Barat terjadi kesalahan dalam mengartikan Islam yang disebabkan kurangnya penguasaan bahasa Arab yang baik dan merasa benar yang tidak ingin di salahkan.
Metodologi berasal dari kata method yang memiliki arti cara dan logy atau logos yang artinya teori atau ilmu. Jadi kesimpulannya adalah metodologi memiliki suatu arti ilmu dan teori yang menjelaskan suatu cara. Metodologi dengan penelitian itu saling berhubungan untuk memberikan solusi dari suatu permasalahan yang muncul didunia. Para ahli banyak berpendapat tentang metode untuk memahami islam seperti Nasruddin Razak yang mengajukan 4 seperti Islam harus dipelajari dari sumber asli yaitu Al-Quran dan As-Sunnah, dipelajari secara integral, dipelajari dari buku yang ditulis para ulama besar dan dipelajari dari ketentuan normatif teologis yang ada dalam Al-Quran.
Ada beberapa pendekatan studi Islam seperti pendekatan Teologis yaitu pendekatan yang normatif dan subjektif terhadap agama yang dilakukan penganut suatu agama untuk menyelidiki agama lain. Pendekatan antropologis merupakan pendekatan dengan cara melihat wujud praktik keagamaan yang berkembang dalam masyarakat. Pendekatan Sosiologis adalah pendekatan hidup bersama dengan masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia dalam hidupnya. Pendekatan Filosofis dengan cara berusaha menautkan sebab dan akibat serta menafsirkan pengalaman – pengalaman manusia agar hikmah, hakikat, atau inti dari ajaran agama dapat dimengerti dan dipahami. Pendekatan Histori melalui berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, objek, latar belakang dan pelaku peristiwa tersebut. Pendekatan Agama terakhir yaitu pendekatan melalui Kebudayaan wilayah mereka sendiri dan malalui Psikologi dari aspek batin dari pengalaman keagamaan.
Saat masa primitif ada agama dinamisme, animisme, politiesme atau honoteisme, tetapi berbeda dengan jaman modern ini hanya ada 2 agama yang salah satunya, agama monoteisme dan juga agama tauhid. Agama monoteisme atau tauhid ialah meyakini bahwa manusia berasal dari Tuhan dan akhirnya akan kembali pada Tuhan dengan menyerahkan diri seluruhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Islam manusia telah di Fitrahkan dalam diri mereka sehingga agama itu penting bagi kelemahan dan kekurangan manusia. Agama juga diperlukan untuk menahan hawa nafsu dan bisikan setan serta dijauhkan dari sikap mengkafirkan Tuhan.
Menurut pemikiran ilmuan Muslim terdapat beberapa bidang yang digunakan sebagai pendekatan mengenal karakteristik Islam. Pertama, bidang agama sebagai ajaran Islam yang mengakui adanya pluralisme dan adanya universalisme yang dijadikan landasan untuk membangun toleransi dalam beragama. Kedua, bidang ibadah sehingga tunduk dan taat pada perintah Allah SWT. Ketiga, bidang akidah sehingga tidak hanya keyakinan hati saja tetapi dilakukan dengan ucapan dan tindakan atau perbuatan Saleh. Keempat, Bidang ilmu dan kebudayaan sehingga tidak hanya memikirkan akhirat saja tetapi duniawi juga karena islam bersikap terbuka, akomodif, tetapi juga selektif. Kelima, bidang pendidikan adalah hak bagi setiap orang hingga hayat nanti. Pendekatan ini masih banyak lagi seperti melalui bidang sosial, kehidupan ekonomi, kesehatan, politik, pekerjaan, dan Islam sebagai disiplib ilmu.
Al-Quran sebagai otentik sumber dasar dari firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. As-Sunnah memberikan penjelasan praktik-praktik pelaksanaan ajaran Islam oleh Nabi Muhammad SAW. Dimensi ajaran Islam secara garis besar terdapat 3 yaitu Akidah sebagai pengikat dan penutup bagi agama yang pernah diturunkan Allah sebelumnya, Syariat sabagai peraturan yang harus dilalui dan dipatuhi oleh setiap Muslim, dan Akhlak sabagai perilaku dan perbuatan setiap Muslim yang menentukan kualitas keberagamaan. Tiga istilah penting dalam Islam yang saling melengkapi dan tidak akan terpisahkan yaitu Islam nama atau inisial seseorang yang masuk kedalam ajaran ilahi, Iman ialah sikap percaya pada rukun iman yang enam, ihsan ialah memahami atau menghayati hadirnya Tuhan dalam hidup.
Al-Quran berfungsi sebagai bukti kerasulan Muhammad SAW, petunjuk , Pemisah, obat , dan nasihat. Keaslian Al-Quran dijamin oleh Allah Swt dan selalu dipeluhara Allah SWT yang untuk membuktikannya dapat melakukan pendekatan dari aspek kesejarahan dari sumber-sumber yang jelas dan dari aspek keunikan di Al-Quran dan kemujizatan dalam Al-Quran. As-Sunnah sebagai sumber ajaran Islam selain ayat-ayat Al-Quran serta seluruh sahabat sepakat untuk mewajibkan mengikuti hadis, baik pada masa Rasullah masih hidup maupun setelah beliau wafat. Ijtihad secara bahasa terdapat dalam Al-Quran yang berarti pengarahan segala kemampuan dan kelabihan. Ijtihad digunakan untuk melengkapi hadis.
Takhrij dijadikan sebagai model penelitian hadis. Tujuan dan faedah takhrij mengetahui sumber asal hadis dan mengetahui diterima / di tolaknya suatu hadis. dalam mengtakhrij suatu hadis di perlukan beberapa kitab diantaranya hidayatul bari ila tartibi alhadisi bukhari, miftahus sahihain, dan al jami’us shagir.
Kelas : PBS 2D
NIM : 175231128
Pengantar studi islam
(Prof. DR. Rosihon Anwar, M. Yunus, M.Ag., Saehudin, S.Th.I.) CV.Pustaka Setia Bandung 2014
Dalam kalangan masyarakat barat, islam biasanya identikkan dengan istilah muhammadanism dan muhammedan, tetapi istilah tersebut padahal salah besar padahal islam itu datang dari Wahyu Allah SWT bukan dari manusia. Kesimpulannya adalah datangnya islam membawa pengaruh yang besar bagi agama yang lain dan islam juga bisa digunakan sebagai patokan dalam masalah dunia yang ada serta untuk menjaga persatuan dan kedamaian seluruh umat yang adad di dunia.
Studi Islam adalah suatu usaha yang bertujuan untuk mempelajari Islam lebih mendalam dan juga mempelajari hal yang lain yang masih berhubungan atau masih berkaitan dengan agama islam. sekarang di zaman modern ini manusia di tuntut untuk memajukan sebuah pemikiran yang lebih maju lagi agar tidak meninggalkan ajaran-ajaran yang dulu. Para pengamat studi di Barat terjadi kesalahan dalam mengartikan Islam yang disebabkan kurangnya penguasaan bahasa Arab yang baik dan merasa benar yang tidak ingin di salahkan.
Metodologi berasal dari kata method yang memiliki arti cara dan logy atau logos yang artinya teori atau ilmu. Jadi kesimpulannya adalah metodologi memiliki suatu arti ilmu dan teori yang menjelaskan suatu cara. Metodologi dengan penelitian itu saling berhubungan untuk memberikan solusi dari suatu permasalahan yang muncul didunia. Para ahli banyak berpendapat tentang metode untuk memahami islam seperti Nasruddin Razak yang mengajukan 4 seperti Islam harus dipelajari dari sumber asli yaitu Al-Quran dan As-Sunnah, dipelajari secara integral, dipelajari dari buku yang ditulis para ulama besar dan dipelajari dari ketentuan normatif teologis yang ada dalam Al-Quran.
Ada beberapa pendekatan studi Islam seperti pendekatan Teologis yaitu pendekatan yang normatif dan subjektif terhadap agama yang dilakukan penganut suatu agama untuk menyelidiki agama lain. Pendekatan antropologis merupakan pendekatan dengan cara melihat wujud praktik keagamaan yang berkembang dalam masyarakat. Pendekatan Sosiologis adalah pendekatan hidup bersama dengan masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia dalam hidupnya. Pendekatan Filosofis dengan cara berusaha menautkan sebab dan akibat serta menafsirkan pengalaman – pengalaman manusia agar hikmah, hakikat, atau inti dari ajaran agama dapat dimengerti dan dipahami. Pendekatan Histori melalui berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, objek, latar belakang dan pelaku peristiwa tersebut. Pendekatan Agama terakhir yaitu pendekatan melalui Kebudayaan wilayah mereka sendiri dan malalui Psikologi dari aspek batin dari pengalaman keagamaan.
Saat masa primitif ada agama dinamisme, animisme, politiesme atau honoteisme, tetapi berbeda dengan jaman modern ini hanya ada 2 agama yang salah satunya, agama monoteisme dan juga agama tauhid. Agama monoteisme atau tauhid ialah meyakini bahwa manusia berasal dari Tuhan dan akhirnya akan kembali pada Tuhan dengan menyerahkan diri seluruhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Islam manusia telah di Fitrahkan dalam diri mereka sehingga agama itu penting bagi kelemahan dan kekurangan manusia. Agama juga diperlukan untuk menahan hawa nafsu dan bisikan setan serta dijauhkan dari sikap mengkafirkan Tuhan.
Menurut pemikiran ilmuan Muslim terdapat beberapa bidang yang digunakan sebagai pendekatan mengenal karakteristik Islam. Pertama, bidang agama sebagai ajaran Islam yang mengakui adanya pluralisme dan adanya universalisme yang dijadikan landasan untuk membangun toleransi dalam beragama. Kedua, bidang ibadah sehingga tunduk dan taat pada perintah Allah SWT. Ketiga, bidang akidah sehingga tidak hanya keyakinan hati saja tetapi dilakukan dengan ucapan dan tindakan atau perbuatan Saleh. Keempat, Bidang ilmu dan kebudayaan sehingga tidak hanya memikirkan akhirat saja tetapi duniawi juga karena islam bersikap terbuka, akomodif, tetapi juga selektif. Kelima, bidang pendidikan adalah hak bagi setiap orang hingga hayat nanti. Pendekatan ini masih banyak lagi seperti melalui bidang sosial, kehidupan ekonomi, kesehatan, politik, pekerjaan, dan Islam sebagai disiplib ilmu.
Al-Quran sebagai otentik sumber dasar dari firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. As-Sunnah memberikan penjelasan praktik-praktik pelaksanaan ajaran Islam oleh Nabi Muhammad SAW. Dimensi ajaran Islam secara garis besar terdapat 3 yaitu Akidah sebagai pengikat dan penutup bagi agama yang pernah diturunkan Allah sebelumnya, Syariat sabagai peraturan yang harus dilalui dan dipatuhi oleh setiap Muslim, dan Akhlak sabagai perilaku dan perbuatan setiap Muslim yang menentukan kualitas keberagamaan. Tiga istilah penting dalam Islam yang saling melengkapi dan tidak akan terpisahkan yaitu Islam nama atau inisial seseorang yang masuk kedalam ajaran ilahi, Iman ialah sikap percaya pada rukun iman yang enam, ihsan ialah memahami atau menghayati hadirnya Tuhan dalam hidup.
Al-Quran berfungsi sebagai bukti kerasulan Muhammad SAW, petunjuk , Pemisah, obat , dan nasihat. Keaslian Al-Quran dijamin oleh Allah Swt dan selalu dipeluhara Allah SWT yang untuk membuktikannya dapat melakukan pendekatan dari aspek kesejarahan dari sumber-sumber yang jelas dan dari aspek keunikan di Al-Quran dan kemujizatan dalam Al-Quran. As-Sunnah sebagai sumber ajaran Islam selain ayat-ayat Al-Quran serta seluruh sahabat sepakat untuk mewajibkan mengikuti hadis, baik pada masa Rasullah masih hidup maupun setelah beliau wafat. Ijtihad secara bahasa terdapat dalam Al-Quran yang berarti pengarahan segala kemampuan dan kelabihan. Ijtihad digunakan untuk melengkapi hadis.
Takhrij dijadikan sebagai model penelitian hadis. Tujuan dan faedah takhrij mengetahui sumber asal hadis dan mengetahui diterima / di tolaknya suatu hadis. dalam mengtakhrij suatu hadis di perlukan beberapa kitab diantaranya hidayatul bari ila tartibi alhadisi bukhari, miftahus sahihain, dan al jami’us shagir.

Komentar
Posting Komentar