My first in Starbuck Coffe ❤
Nama : Afifa Damayanti
NIM : 175231128
Kelas : Perbankan Syariah 2D
MY FIRST IN
STARBUCK COFFEE
Di awal saya mendapatkan tugas dari dosen untuk melakukan observasi di cafe atau di resto. Dosen sudah memberitahu akan ada tugas yang menghabiskan uang banyak dan benar tugas itu membuat pengeluaran semakin banyak. Banyak teman-teman yang membahas tentang tugas observasi ke cafe atau rumah makan. Mereka pada takut jika dapat cafe atau rumah makan yang ada di luar kota Solo. Padahal tugas nya masih berada di daerah Solo tetapi tempat cafe atau rumah makan nya yang berbeda-beda setiap kelompoknya. Setiap kelas juga akan mendapatkan tugas yang sama tapi untuk Cafe dan rumah makan nya dihuni oleh dosennya sendiri.
Waktu pengundian cafe atau Rumah Makan dilaksanakan di kelas dan setiap ketua dari kelompok yang terdiri dari 3 orang itu maju untuk mengambil gulungan yang telah disiapkan. Lalu saya diwakili oleh teman saya untuk maju mengambil undian tersebut dan kelompok saya mendapatkan Cafe Starbuck. Saya senang saya mendapatkan Starbuck karena Starbucks itu Di Solo banyak dan daerahnya juga enggak terlalu jauh dari kampus. Sebenarnya saya tidak tahu ya Starbucks itu Cafe seperti apa lalu saya bertanya kepada teman saya lalu dia mengatakan bahwa Starbuck itu cafe yang menunya berisi kopi. Saya suka kopi jadi saya senang mendapatkan tempat di Starbuck tetapi teman saya yang lainnya tidak suka di Starbuck karena tidak suka kopi.
Kelompok saya mengalami perdebatan karena dari Kami bertiga yang suka kopi hanya saya tetapi karena ini sudah pilihan dari ujian jadi kelompok saya tetap melakukan observasi di Starbuck. setelah perdebatan itu kami berdebat lagi tentang Di mana tempat Starbucks yang akan kami datangi. Starbuck di Solo itu banyak sekali tempatnya yang saya ketahui ada di Solo Square, Solo Grand Mall, dan Paragon Mall. Akhirnya kami memilih untuk datang ke Starbuck Cafe yang berada di Paragon Mall. Kami datang ke Paragon Mall bersama dengan kelompok lainnya yang mendapat Restu Japanese yang berada di Paragon Mall.
Bagi saya Ini pertama kalinya saya datang ke Paragon Mall tepatnya pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Starbuck Cafe. Dulu mall yang ada di Solo pertama kali saya datangi yaitu Solo Square Karena dulu saya melakukan praktek kerja lapangan waktu SMK rumah sakit paru-paru Jajar. Kami membahas Kapan kita akan kesana dan waktunya kami datang ke sana pada hari Jumat tanggal 4 Mei 2018 pukul 14.00. Untuk melakukan observasi ini saya minta uang tambahan kepada orang tua Karena saya takut nanti uang saya kurang. Saya juga bertanya-tanya pada teman-teman saya tentang harga-harga di Starbuck Cafe Dan mereka bilang bahwa di sana itu lumayan mahal harga harganya.
Dalam perjalanan menuju Starbuck sayang berboncengan dengan teman saya yang mendapat Resto Japanese. Dalam perjalanan kami bingung ingin lewat jalur mana, lewat jalur kota atau jalur desa. Akhirnya saya dilewatin jalur desa sampai di daerah Jalan Slamet Riyadi kita lewat kota dan kena macet lumayan lama. Sebenarnya Saya mau lewat di daerah Sriwedari untuk menghindari kemacetan di Jalan Slamet Riyadi. Saat pertama kali melewati depan Paragon Mall saat saya melakukan observasi bank, saya waktu itu diajak jalan-jalan oleh Google Maps. Kesan pertama kali saya melihat Paragon Mall ya itu maunya besar dan belakangnya tetap dapat hotel yang besar juga. Itu pertama kalinya saya melihat Paragon Mall dan ternyata Paragon Mall berada di tengah-tengah kota tepatnya di daerah Solo Baru.
Di depan Paragon Mall terdapat tulisan Starbuck yang besar jadi saya tahu bahwa ternyata di Paragon itu memang benar-benar ada Starbuck coffee. Dalam perjalanan saya berpisah dengan teman-teman saya jadi saat teman saya belok kiri saya Lurus terus sampai depan Taman Sriwedari. Walaupun terpisah dengan rombongan saya, tetapi teman yang boncengin saya tahu jalan untuk ke Paragon walaupun beda arah dengan teman saya yang lainnya. Sesampainya di Paragon Mall saya dan teman saya bingung mau parkir motor di mana karena memang saya dan teman saya baru pertama kalinya mengunjungi Paragon Mall. Saya menghubungi teman-teman saya yang lainnya yang ternyata mereka sudah ada di dalam Paragon Mall dan menunjukkan saya tempat untuk parkir motor.
Setelah parkir montor lalu kami bingung mau masuk Paragon lewat mana, di sana penuh dengan mobil dan motor Jadi kami melihat beberapa pengunjung yang melewati jalur pintu masuk yang berada di sebelah kiri parkiran. Kami mengikuti para pengunjung lainnya dan Sesampainya di lantai satu kali bingung teman kami yang lainnya berada di mana. Paragon Mall sangat besar apalagi saya pertama kalinya masuk belum hafal isi dari Paragon Mall. Saya berusaha untuk menghubungi teman saya yang lainnya dan ternyata Mereka ada di lantai 2 tepatnya di depan eskalator. Saya dan teman saya naik ke lantai 2 melalui eskalator dan menuju teman-teman kami yang lainnya berada Yang ternyata mereka berada di depan Resto Japanese.
Kami mengantar teman kami masuk di resto Japanese lalu memesan makanan japanisch yang menurut saya yaitu makanan aneh dan harganya yang sangat luar biasa mahalnya. Telah menemani teman saya kalau saya diantar oleh salah satu teman untuk ke Starbucks Coffee yang ternyata tidak terlalu jauh dari Japanese Resto. Dari pintu masuk sudah terlihat bahwa Starbuck Cafe itu memiliki tempat yang luas dan banyak kursi kursi dan meja. Saat membuka pintu Starbuck coffee bau harum dari kopi langsung tercium oleh hidung saya. Harum dari kopi itu sangat menyenangkan dan saya sangat menyukai bau harum dari kopi itu itu sangat enak sekali. Saat saat saya menikmati harumnya kopi kalau saya harus dipusingkan dengan menu-menu yang ada di Starbuck coffee.
Salah satu teman saya tadi yang mengantarkan saya Dia pernah datang ke Starbucks Coffee jadi dia tahu menu-menu mana yang enak untuk kami dan cocok pada lidah kami. Menunya sangat banyak dengan harga yang mahal dan ada juga harga yang terjangkau untuk kalangan mahasiswa. Penjelasan dari teman penjelasan dari teman saya itu membuat saya jadi bingung mau pesan apa tapi teman saya menunjukkan 1 menu yang tidak mengandung kopi dan harganya terjangkau. Akhirnya saya memesan minuman Choco Brawnies Frappucino seharga Rp.29.000’- ditambah Espresso seharga Rp.6000’- dan pelengkapnya saya memesan roti Croissants, regular Chocolate seharga Rp.24.000’-.
Choco Brawnies Frappucino minuman yang di tarus pada gelas plastik dan di atasnya di beri toping cream lalu dicampuri sedikit espresso yang menambah nikmat minuman itu. Ditemani dengan sepotong roti Croissants reguler chocolate yang masih hangat didalamnya terdapat coklat yang enak. Saya yakin coklat itu pasti mahal karena rasanya benar-benar enak apalagi dengan harganya yang mahal. Sayangnya sebelum saya pergi ke Starbuck Coffe saya sempat makan nasi saat di kos jadi saya sudah kenyang untuk memakan roti itu .sebenarnya saya menyesal tidak menghabiskan roti itu, pengennya saya bawa pulang tapi saya malu kalau mau di bawa pulang.
Kami bertiga itu saat memesan sangat lama jadi saya malu sendiri sama barista dan pramusaji nya. Saat pesan kami berbarengan dengan sepasang kekasih yang sedang meluangkan waktu untuk kencan berdua. Saat sedang mengurus administrasi Saya ingin bertanya sesuatu kepada istrinya tetapi karena bingung mau tanya apa jadi saya nggak tanya apa pun sih. Barista nya bertanya saya mau tanya apa dia nanti akan menjawab tapi saya tidak bertanya malah dia yang bertanya kepada saya. Barista dan pramusaji nya di Starbuck Cafe sangat ramah ramah dan sopan, mereka menunggu Kami selesai memilih menu Padahal kami sangat lama. Satu hal yang tidak pernah saya lupakan saat berada di Starbuck coffee yaitu Batista dan romajinya tampan tampan.
Pembayaran atas pesanan kami menghabiskan uang Rp .170.000’- Padahal kami hanya pesan 3 minuman dan 3 makanan saja. Saat pengambilan makanan di meja kasir saya melakukan kesalahan yang sangat membuat saya malu ya itu saya menjatuhkan pisau yang digunakan untuk memotong roti. Saya sangat malu banget karena waktu itu pelanggan di Starbuck Cafe cukup banyak dan mereka semua langsung melihat ke saya. Itu hal yang paling memalukan yang saya lakukan di sebuah kafe yang sangat besar apalagi kafe itu pertama kalinya saya masuki selama 19 tahun ini. Baristanya bilang boleh kok dituku pisau yang jatuh itu tetapi teman saya dengan kepercayaan diri dia menggunakan pisau untuk memotong roti ya sudah nggak jadi dituker yang baru.
Minuman pesanan saya dan teman saya juga sudah jadi dan itu dipanggil namanya dan yang ngambil teman saya. Saat melihat penampilan dari minumannya sih menarik untuk dicoba tapi saya belum tahu rasanya. Pertama kali mencoba itu teman saya dan teman saya bilang bahwa rasanya enak lalu saya mencoba milik saya sendiri yang sedikit di kasih kopi dan itu rasanya enak banget itu enak banget. Terjadi suatu hal yang sangat memalukan dan itu lebih memalukan dari yang saya alami tadi. Teman saya dengan kepercayaan diri mengambil minuman pesanan pelanggan lainnya padahal di minuman itu sudah ada nama dari pelanggannya dan itu jelas-jelas bukan nama dari teman saya.
Teman saya merasa bersalah lalu mendatangi kasir dan mengatakan bahwa minumnya tertukar. Pelanggan yang tertukar minumannya juga ikut mendatangi kasir yang ternyata pelanggan itu adalah pasangan yang tadi masuk berbarengan dengan kami. Teman saya meminta maaf kepada pelanggan cowok itu atas tertukarnya minumannya. Baristanya mengatakan nggak apa-apa karena juga minumannya sama tetapi pelanggan lelaki itu menatap teman saya sangat sinis yang mungkin dia marah karena Minuman itu dia beli khusus untuk pasangannya tapi malah tertukar dengan teman saya. Teman saya kembali lagi ke tempat duduk kami dia tidak begitu menyukai lelaki itu karena menatap dengan saya begitu.
Kejadian itu sangat lucu bagi saya Bagaimana bisa itu tertukar padahal saat Minuman itu jadi kasir itu akan Memanggil nama yang tertera di gelas Minuman itu. Tetapi mau gimana lagi minum nya juga sudah diminum oleh teman saya Masa harus dikasihkan ke pelanggan sepasang kekasih itu kan tidak mungkin. Tidak berselang lama Kakak dari teman saya datang dan kami pun mengobrol bertempat di di bangku yang berada di tengah Starbucks Coffee. Saya merasa sangat nyaman berada di Starbuck Coffe memang suasananya itu sangat enak dan nyaman banget. Apalagi buat anak muda seperti kami ini itu sangat dan ditemani oleh secangkir kopi dan sebuah laptop itu sangat luar biasa enak banget.
Di Starbucks Coffee selain terdapat pasangan kekasih juga terdapat beberapa siswa SMA yang membeli minuman yang sama dengan kami. Mereka kebanyakan hanya duduk-duduk menikmati minumannya dan saling mengobrol. Saya berfikir uang saku meraka apa banyak sampai-sampai mereka dapat membeli minuman di Starbuck yang dengan harga mahal. Mungkin juga mereka itu anak-anak orang kaya dan disana juga ada seorang Bule yang duduk tepat disebah sana. Saya selalu mendengar beliau mengobrol dengan orang yang menemaninya menggunakan bahasa Inggris dan saya tidak mengerti artinya. Saya menikmati minuman saya dengan sisa-sisa cream yang ada di minuman saya.
Suasana yang mendukung untuk santai semuanya harus berakhir karena teman saya mengajak saya pulang. Dia tidak betah di sana sebab makanan yang di beli tidak enak easanya dan membuat mual. Saya masih ingin menikmati suasana di Starbuck Coffe apalagi waktu mengjelang malam itu waktu yang pas untuk duduk-duduk santai di sana. Teman saya benar-benar sudah tidak betah jadinya kami memutuskan untuk pulang saat azan magrib. Sebelum pulang kami mapir di resto Japanise tempat teman saya lainnya sedang makan. Di sana saya juga sempai menyicipi makanannya yang seperti naget tetapi itu rasanya tidak enak dan minumannya sebenarnya enak.
Teman saya tadi yang sudah tidak betah di Starbuck langsung mencari kamar mandi untuk mengeluarkan isi dalam perutnya. Saya kira saya yang akan seperti itu ternyata teman saya yang mual dengan pesannanya sendiri. Saya ingin sekali datang kesana lagi menubggu mendapat rezeki lagi baru kesana. Saya ingin mencicipi kopi asli yang ada disana tapi mahal harganya. Bagi saya yang hanya mahasiswa biasa untuk datang di Starbuck Cafe itu suatu hal yang luar biasa Karena disana juga kita datang itu juga membutuhkan uang yang tidak sedikit. Untuk mahasiswa di sana itu memang cocok banget buat nongkrong apalagi di sana ada free wifi yang dapat memudahkan kita untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah.
Sebagai mahasiswa muslim Kita juga harus tahu halal haramnya suatu makanan atau minuman yang kita konsumsi. Harus pintar-pintar mencari makanan yang terjangkau tapi itu halal dan sehat bagi tubuh kita agar kita terhindar dari suatu hal yang tidak kita inginkan. Saat nongkrong ataupun kumpul dengan teman-teman jangan terlalu asik dan bahkan sampai lupa untuk menunaikan sholat. Saat di sana saya banyak melihat mereka para pemuda-pemudi yang sedang asyik ngobrol dan minum saat mendengar adzan mereka tidak segera menginjakkan kaki mereka keluar dari Starbuck itu untuk menunaikan sholat.
NIM : 175231128
Kelas : Perbankan Syariah 2D
MY FIRST IN
STARBUCK COFFEE
Di awal saya mendapatkan tugas dari dosen untuk melakukan observasi di cafe atau di resto. Dosen sudah memberitahu akan ada tugas yang menghabiskan uang banyak dan benar tugas itu membuat pengeluaran semakin banyak. Banyak teman-teman yang membahas tentang tugas observasi ke cafe atau rumah makan. Mereka pada takut jika dapat cafe atau rumah makan yang ada di luar kota Solo. Padahal tugas nya masih berada di daerah Solo tetapi tempat cafe atau rumah makan nya yang berbeda-beda setiap kelompoknya. Setiap kelas juga akan mendapatkan tugas yang sama tapi untuk Cafe dan rumah makan nya dihuni oleh dosennya sendiri.
Waktu pengundian cafe atau Rumah Makan dilaksanakan di kelas dan setiap ketua dari kelompok yang terdiri dari 3 orang itu maju untuk mengambil gulungan yang telah disiapkan. Lalu saya diwakili oleh teman saya untuk maju mengambil undian tersebut dan kelompok saya mendapatkan Cafe Starbuck. Saya senang saya mendapatkan Starbuck karena Starbucks itu Di Solo banyak dan daerahnya juga enggak terlalu jauh dari kampus. Sebenarnya saya tidak tahu ya Starbucks itu Cafe seperti apa lalu saya bertanya kepada teman saya lalu dia mengatakan bahwa Starbuck itu cafe yang menunya berisi kopi. Saya suka kopi jadi saya senang mendapatkan tempat di Starbuck tetapi teman saya yang lainnya tidak suka di Starbuck karena tidak suka kopi.
Kelompok saya mengalami perdebatan karena dari Kami bertiga yang suka kopi hanya saya tetapi karena ini sudah pilihan dari ujian jadi kelompok saya tetap melakukan observasi di Starbuck. setelah perdebatan itu kami berdebat lagi tentang Di mana tempat Starbucks yang akan kami datangi. Starbuck di Solo itu banyak sekali tempatnya yang saya ketahui ada di Solo Square, Solo Grand Mall, dan Paragon Mall. Akhirnya kami memilih untuk datang ke Starbuck Cafe yang berada di Paragon Mall. Kami datang ke Paragon Mall bersama dengan kelompok lainnya yang mendapat Restu Japanese yang berada di Paragon Mall.
Bagi saya Ini pertama kalinya saya datang ke Paragon Mall tepatnya pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Starbuck Cafe. Dulu mall yang ada di Solo pertama kali saya datangi yaitu Solo Square Karena dulu saya melakukan praktek kerja lapangan waktu SMK rumah sakit paru-paru Jajar. Kami membahas Kapan kita akan kesana dan waktunya kami datang ke sana pada hari Jumat tanggal 4 Mei 2018 pukul 14.00. Untuk melakukan observasi ini saya minta uang tambahan kepada orang tua Karena saya takut nanti uang saya kurang. Saya juga bertanya-tanya pada teman-teman saya tentang harga-harga di Starbuck Cafe Dan mereka bilang bahwa di sana itu lumayan mahal harga harganya.
Dalam perjalanan menuju Starbuck sayang berboncengan dengan teman saya yang mendapat Resto Japanese. Dalam perjalanan kami bingung ingin lewat jalur mana, lewat jalur kota atau jalur desa. Akhirnya saya dilewatin jalur desa sampai di daerah Jalan Slamet Riyadi kita lewat kota dan kena macet lumayan lama. Sebenarnya Saya mau lewat di daerah Sriwedari untuk menghindari kemacetan di Jalan Slamet Riyadi. Saat pertama kali melewati depan Paragon Mall saat saya melakukan observasi bank, saya waktu itu diajak jalan-jalan oleh Google Maps. Kesan pertama kali saya melihat Paragon Mall ya itu maunya besar dan belakangnya tetap dapat hotel yang besar juga. Itu pertama kalinya saya melihat Paragon Mall dan ternyata Paragon Mall berada di tengah-tengah kota tepatnya di daerah Solo Baru.
Di depan Paragon Mall terdapat tulisan Starbuck yang besar jadi saya tahu bahwa ternyata di Paragon itu memang benar-benar ada Starbuck coffee. Dalam perjalanan saya berpisah dengan teman-teman saya jadi saat teman saya belok kiri saya Lurus terus sampai depan Taman Sriwedari. Walaupun terpisah dengan rombongan saya, tetapi teman yang boncengin saya tahu jalan untuk ke Paragon walaupun beda arah dengan teman saya yang lainnya. Sesampainya di Paragon Mall saya dan teman saya bingung mau parkir motor di mana karena memang saya dan teman saya baru pertama kalinya mengunjungi Paragon Mall. Saya menghubungi teman-teman saya yang lainnya yang ternyata mereka sudah ada di dalam Paragon Mall dan menunjukkan saya tempat untuk parkir motor.
Setelah parkir montor lalu kami bingung mau masuk Paragon lewat mana, di sana penuh dengan mobil dan motor Jadi kami melihat beberapa pengunjung yang melewati jalur pintu masuk yang berada di sebelah kiri parkiran. Kami mengikuti para pengunjung lainnya dan Sesampainya di lantai satu kali bingung teman kami yang lainnya berada di mana. Paragon Mall sangat besar apalagi saya pertama kalinya masuk belum hafal isi dari Paragon Mall. Saya berusaha untuk menghubungi teman saya yang lainnya dan ternyata Mereka ada di lantai 2 tepatnya di depan eskalator. Saya dan teman saya naik ke lantai 2 melalui eskalator dan menuju teman-teman kami yang lainnya berada Yang ternyata mereka berada di depan Resto Japanese.
Kami mengantar teman kami masuk di resto Japanese lalu memesan makanan japanisch yang menurut saya yaitu makanan aneh dan harganya yang sangat luar biasa mahalnya. Telah menemani teman saya kalau saya diantar oleh salah satu teman untuk ke Starbucks Coffee yang ternyata tidak terlalu jauh dari Japanese Resto. Dari pintu masuk sudah terlihat bahwa Starbuck Cafe itu memiliki tempat yang luas dan banyak kursi kursi dan meja. Saat membuka pintu Starbuck coffee bau harum dari kopi langsung tercium oleh hidung saya. Harum dari kopi itu sangat menyenangkan dan saya sangat menyukai bau harum dari kopi itu itu sangat enak sekali. Saat saat saya menikmati harumnya kopi kalau saya harus dipusingkan dengan menu-menu yang ada di Starbuck coffee.
Salah satu teman saya tadi yang mengantarkan saya Dia pernah datang ke Starbucks Coffee jadi dia tahu menu-menu mana yang enak untuk kami dan cocok pada lidah kami. Menunya sangat banyak dengan harga yang mahal dan ada juga harga yang terjangkau untuk kalangan mahasiswa. Penjelasan dari teman penjelasan dari teman saya itu membuat saya jadi bingung mau pesan apa tapi teman saya menunjukkan 1 menu yang tidak mengandung kopi dan harganya terjangkau. Akhirnya saya memesan minuman Choco Brawnies Frappucino seharga Rp.29.000’- ditambah Espresso seharga Rp.6000’- dan pelengkapnya saya memesan roti Croissants, regular Chocolate seharga Rp.24.000’-.
Choco Brawnies Frappucino minuman yang di tarus pada gelas plastik dan di atasnya di beri toping cream lalu dicampuri sedikit espresso yang menambah nikmat minuman itu. Ditemani dengan sepotong roti Croissants reguler chocolate yang masih hangat didalamnya terdapat coklat yang enak. Saya yakin coklat itu pasti mahal karena rasanya benar-benar enak apalagi dengan harganya yang mahal. Sayangnya sebelum saya pergi ke Starbuck Coffe saya sempat makan nasi saat di kos jadi saya sudah kenyang untuk memakan roti itu .sebenarnya saya menyesal tidak menghabiskan roti itu, pengennya saya bawa pulang tapi saya malu kalau mau di bawa pulang.
Kami bertiga itu saat memesan sangat lama jadi saya malu sendiri sama barista dan pramusaji nya. Saat pesan kami berbarengan dengan sepasang kekasih yang sedang meluangkan waktu untuk kencan berdua. Saat sedang mengurus administrasi Saya ingin bertanya sesuatu kepada istrinya tetapi karena bingung mau tanya apa jadi saya nggak tanya apa pun sih. Barista nya bertanya saya mau tanya apa dia nanti akan menjawab tapi saya tidak bertanya malah dia yang bertanya kepada saya. Barista dan pramusaji nya di Starbuck Cafe sangat ramah ramah dan sopan, mereka menunggu Kami selesai memilih menu Padahal kami sangat lama. Satu hal yang tidak pernah saya lupakan saat berada di Starbuck coffee yaitu Batista dan romajinya tampan tampan.
Pembayaran atas pesanan kami menghabiskan uang Rp .170.000’- Padahal kami hanya pesan 3 minuman dan 3 makanan saja. Saat pengambilan makanan di meja kasir saya melakukan kesalahan yang sangat membuat saya malu ya itu saya menjatuhkan pisau yang digunakan untuk memotong roti. Saya sangat malu banget karena waktu itu pelanggan di Starbuck Cafe cukup banyak dan mereka semua langsung melihat ke saya. Itu hal yang paling memalukan yang saya lakukan di sebuah kafe yang sangat besar apalagi kafe itu pertama kalinya saya masuki selama 19 tahun ini. Baristanya bilang boleh kok dituku pisau yang jatuh itu tetapi teman saya dengan kepercayaan diri dia menggunakan pisau untuk memotong roti ya sudah nggak jadi dituker yang baru.
Minuman pesanan saya dan teman saya juga sudah jadi dan itu dipanggil namanya dan yang ngambil teman saya. Saat melihat penampilan dari minumannya sih menarik untuk dicoba tapi saya belum tahu rasanya. Pertama kali mencoba itu teman saya dan teman saya bilang bahwa rasanya enak lalu saya mencoba milik saya sendiri yang sedikit di kasih kopi dan itu rasanya enak banget itu enak banget. Terjadi suatu hal yang sangat memalukan dan itu lebih memalukan dari yang saya alami tadi. Teman saya dengan kepercayaan diri mengambil minuman pesanan pelanggan lainnya padahal di minuman itu sudah ada nama dari pelanggannya dan itu jelas-jelas bukan nama dari teman saya.
Teman saya merasa bersalah lalu mendatangi kasir dan mengatakan bahwa minumnya tertukar. Pelanggan yang tertukar minumannya juga ikut mendatangi kasir yang ternyata pelanggan itu adalah pasangan yang tadi masuk berbarengan dengan kami. Teman saya meminta maaf kepada pelanggan cowok itu atas tertukarnya minumannya. Baristanya mengatakan nggak apa-apa karena juga minumannya sama tetapi pelanggan lelaki itu menatap teman saya sangat sinis yang mungkin dia marah karena Minuman itu dia beli khusus untuk pasangannya tapi malah tertukar dengan teman saya. Teman saya kembali lagi ke tempat duduk kami dia tidak begitu menyukai lelaki itu karena menatap dengan saya begitu.
Kejadian itu sangat lucu bagi saya Bagaimana bisa itu tertukar padahal saat Minuman itu jadi kasir itu akan Memanggil nama yang tertera di gelas Minuman itu. Tetapi mau gimana lagi minum nya juga sudah diminum oleh teman saya Masa harus dikasihkan ke pelanggan sepasang kekasih itu kan tidak mungkin. Tidak berselang lama Kakak dari teman saya datang dan kami pun mengobrol bertempat di di bangku yang berada di tengah Starbucks Coffee. Saya merasa sangat nyaman berada di Starbuck Coffe memang suasananya itu sangat enak dan nyaman banget. Apalagi buat anak muda seperti kami ini itu sangat dan ditemani oleh secangkir kopi dan sebuah laptop itu sangat luar biasa enak banget.
Di Starbucks Coffee selain terdapat pasangan kekasih juga terdapat beberapa siswa SMA yang membeli minuman yang sama dengan kami. Mereka kebanyakan hanya duduk-duduk menikmati minumannya dan saling mengobrol. Saya berfikir uang saku meraka apa banyak sampai-sampai mereka dapat membeli minuman di Starbuck yang dengan harga mahal. Mungkin juga mereka itu anak-anak orang kaya dan disana juga ada seorang Bule yang duduk tepat disebah sana. Saya selalu mendengar beliau mengobrol dengan orang yang menemaninya menggunakan bahasa Inggris dan saya tidak mengerti artinya. Saya menikmati minuman saya dengan sisa-sisa cream yang ada di minuman saya.
Suasana yang mendukung untuk santai semuanya harus berakhir karena teman saya mengajak saya pulang. Dia tidak betah di sana sebab makanan yang di beli tidak enak easanya dan membuat mual. Saya masih ingin menikmati suasana di Starbuck Coffe apalagi waktu mengjelang malam itu waktu yang pas untuk duduk-duduk santai di sana. Teman saya benar-benar sudah tidak betah jadinya kami memutuskan untuk pulang saat azan magrib. Sebelum pulang kami mapir di resto Japanise tempat teman saya lainnya sedang makan. Di sana saya juga sempai menyicipi makanannya yang seperti naget tetapi itu rasanya tidak enak dan minumannya sebenarnya enak.
Teman saya tadi yang sudah tidak betah di Starbuck langsung mencari kamar mandi untuk mengeluarkan isi dalam perutnya. Saya kira saya yang akan seperti itu ternyata teman saya yang mual dengan pesannanya sendiri. Saya ingin sekali datang kesana lagi menubggu mendapat rezeki lagi baru kesana. Saya ingin mencicipi kopi asli yang ada disana tapi mahal harganya. Bagi saya yang hanya mahasiswa biasa untuk datang di Starbuck Cafe itu suatu hal yang luar biasa Karena disana juga kita datang itu juga membutuhkan uang yang tidak sedikit. Untuk mahasiswa di sana itu memang cocok banget buat nongkrong apalagi di sana ada free wifi yang dapat memudahkan kita untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah.
Sebagai mahasiswa muslim Kita juga harus tahu halal haramnya suatu makanan atau minuman yang kita konsumsi. Harus pintar-pintar mencari makanan yang terjangkau tapi itu halal dan sehat bagi tubuh kita agar kita terhindar dari suatu hal yang tidak kita inginkan. Saat nongkrong ataupun kumpul dengan teman-teman jangan terlalu asik dan bahkan sampai lupa untuk menunaikan sholat. Saat di sana saya banyak melihat mereka para pemuda-pemudi yang sedang asyik ngobrol dan minum saat mendengar adzan mereka tidak segera menginjakkan kaki mereka keluar dari Starbuck itu untuk menunaikan sholat.




Komentar
Posting Komentar